HIPERTENSI

Januari 11, 2009 at 11:27 am Tinggalkan komentar

Pendahuluan
Sampai saat ini hipertensi masih tetap menjadi masalah karena beberapa hal, antara lain meningkatnya prevalensi hipertensi, masih banyaknya pasien hipertensi yang belum mendapat pengobatan maupun yang sudah diobati tetapi tekanan darahnya belum mencapai target, serta adanya penyakit penyerta dan komplikasi yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas.5

Epidemiologi
Data hipertensi yang lengkap sebagian besar berasal dari negara-negara yang sudah maju5,6. Data dari The National Health and Nutrition Examination Survey (NHNES) menunjukkan bahwa dari tahun 1999-2000, insiden hipertensi pada orang dewasa adalah sekitar 29-31 %, yang berarti terdapat 58-65 juta orang hipertensi di Amerika, dan terjadi peningkatan 15 juta dari data NHNES III tahun 1988-1991. Hipertensi esensial sendiri merupakan 95 % dari seluruh kasus hipertensi.5
Klasifikasi
Berdasarkan etiologinya, hipertensi dibagi atas hipertensi esensial dan hipertensi sekunder1,5,6
Hipertensi Esensial.1,6
Hipertensi ini juga disebut sebagai hipertensi primer atau idiopatik, yaitu hipertensi yang tidak jelas etiologinya. Lebih dari 90 % kasus hipertensi termasuk dalam kelompok ini. Kelainan hemodinamik utama pada hipertensi esensial adalah peningkatan resistensi perifer.
Penyebab hipertensi esensial adalah multifaktor, terdiri dari faktor genetik dan lingkungan. Faktor predisposisi genetik dapat berupa sensitivitas terhadap natrium, kepekaan terhadap stres, peningkatan reaktivitas vaskular (terhadap vasokonstriktor), dan resistensi insulin. Paling sedikit ada 3 faktor yang dapat menyebabkan hipertensi, yakni makan garam (natrium) berlebihan, stres psikis, dan obesitas.
Hipertensi Sekunder1,6
Prevalensi hipertensi sekunder sekitar 5-8 % dari seluruh penderita hipertensi. Hipertensi sekunder dapat disebabkan oleh penyakit ginjal (hipertensi renal), penyakit endokrin (hipertensi endokrin), obat (misalnya kontrasepsi hormonal, kortikosteroid, dll) dan penyakit lain misalnya koarktasio aorta, kelainan neurologik (tumor otak, ensefalitis), stres akut (luka bakar, bedah, dsb), polisitemia.
Menurut The Seventh Report of The Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure (JNC 7) klasifikasi tekanan darah pada orang dewasa terbagi menjadi kelompok normal, prahipertensi, hipertensi derajat 1 dan derajat 2.

Klasifikasi Tekanan Darah Menurut JNC 7  
Klasifikasi Tekanan Darah TDS (mmHg)   TDD (mmHg)
Normal < 120 Dan < 80
Prahipertensi 120-139 Atau 80-89
Hipertensi derajat 1 140-159 Atau 90-99
Hipertensi derajat 2 ≥ 160 Atau ≥ 100

TDS = Tekanan Darah Sistolik
TDD = Tekanan Darah Diastolik

Diagnosis Hipertensi1,3,5,6
Diagnosis hipertensi tidak boleh ditegakkan berdasarkan sekali pengukuran, kecuali bila Tekanan Darah Diastolik ≥ 120 mmHg dan/atau Tekanan Darah Sistolik ≥ 210 mmHg. Pengukuran pertama harus dikonfirmasi pada sedikitnya 2 kunjungan lagi dalam waktu 1 sampai beberapa minggu. Diagnosis hipertensi ditegakkan bila dari pengukuran berulang-ulang tersebut diperoleh nilai rata-rata Tekanan Darah Diastolik ≥ 90 mmHg dan/atau Tekanan Darah Sistolik ≥ 140 mmHg.

Prinsip Pengobatan Hipertensi
Faktor gaya hidup dan rekomendasi pengobatan adalah topik di dalam pedoman penanganan hipertensi resisten yang dikeluarkan oleh American Heart Association (AHA) April 2008. Regimen dosis ganda, waktu pemberian dan kepatuhan pasien terhadap pengobatan juga ditampilkan dalam pedoman yang dipublikasikan secara online pada jurnal Hypertension.4
Tujuan Pengobatan3,6
Tujuan pengobatan hipertensi adalah untuk mencegah terjadinya morbiditas dan mortalitas akibat tekanan darah tinggi. Pada umumnya sasaran tekanan darah pada penderita muda adalah < 140/90 mmHg (sampai 130/85 mmHg), sedangkan pada penderita usia lanjut sampai umur 80 tahun < 160/90 mmHg (sampai 145 mmHg sistolik bila dapat ditoleransi).
Manfaat Terapi Hipertensi2,5
Menurunkan tekanan darah dengan antihipertensi telah terbukti menurunkan morbiditas dan mortalitas kardiovaskular, yaitu stroke, iskemia jantung, gagal jantung kongestif, dan memberatnya hipertensi.

Pedoman Umum Terapi Hipertensi6
Keputusan untuk memulai pengobatan hipertensi tidak hanya ditentukan oleh tingginya tekanan darah, tetapi juga oleh adanya faktor resiko kardiovaskular lainnya

Modifikasi Pola Hidup1,2,6
– menurunkan berat badan bila gemuk
– Latihan fisik (aerobik) secara teratur
– Mengurangi makan garam menjadi < 2,3 gr Natrium atau 55 tahun atau pasien berkulit hitam semua usia, pilihan pertama terapi adalah CCB atau diuretik tiazid. Untuk pasien < 55 tahun, pilihan pertama terapi adalah ACEi (atau AIIRA jika tidak tahan terhadap ACEi)
Langkah 2 Jika diperlukan obat tambahan, pilihannya adalah penambahan ACEi untuk CCB atau diuretik (dan sebaliknya).
Langkah 3 Jika diperlukan kombinasi tiga obat maka kombinasi yang dianjurkan adalah ACEi (atau AIIRA) CCB dan diuretik tiazid.
Langkah 4 Jika diperlukan obat keempat maka dosis diuretik tiazid dinaikkan, atau alternatif lain adalah diuretik lain, beta blocker atau alpha blocker. Semua obat tersebut harus dititrasi dosisnya seperti yang dianjurkan pada BNF.

PENANGANAN HIPERTENSI RESISTEN4
Pasien-pasien dengan hipertensi resisten, tekanan darah mereka tetap di atas kadar target walaupun telah menggunakan 3 macam obat untuk menurunkannnya. Tekanan darah tinggi yang terkontrol diperlukan tapi butuh 4 atau lebih obat untuk menanganinya sehingga perlu dipertimbangkan penanganan resistensi ini.
Studi menjelaskan bahwa sebanyak 30% orang dengan tekanan darah tinggi mengalami hipertensi resisten. Menurut komite AHA, tahap pertama untuk menantukan apakah seseorang benar-benar mengalami hipertensi resisten, yang tidak sama dengan hipertensi tidak terkontrol. Penanganan sukses hipertensi resisten membutuhkan pertimbangan faktor gaya hidup yang berkontribusi pada masalah, diagnosis dan penanganan penyebab sekunder dan penggunaan obat multipel secara efektif.
Pengobatan dimasukkan ke dalam area ketiga oleh komite. Penggunaan obat-obat yang meningkatkan tekanan darah seperti obat-obat anti inflamasi (NSAID) harus dikurangi atau dihindarkan, jika mungkin, pada pasien-pasien hipertensi resisten. Komite mencatat bahwa diuretik seringkali kurang dimanfaatkan pada pasien dengan hipertensi resisten. Menurut mereka, beberapa pasien dapat memanfaatkan penambahan antagonis reseptor mineralokortikoid (ARM) pada regimen penanganan mereka. ARM menangani aldosteronisme primer yang ditemui pada sekitar 20% penderita hipertensi resisten.
Menurut ketua komite, Dr. David A. Calhoun, seorang profesor kedokteran pada Vascular Biology and Hypertension Program di Universitas Alabama, Birmingham, manfaat ARM dalam menangani hipertensi resisten baru-baru ini dikonfirmasi. Para ahli hipertensi menggunakan obat ini secara luas, tapi mungkin belum luas penggunaan untuk menangani hipertensi resisten. Penggunaan ARM memerlukan monitoring biokimia spesial, khususnya pengukuran kadar kalium (potasium) karena adanya risiko hiperkalemia.

DAFTAR PUSTAKA

Davey, P. At a Glance Medicine. Jakarta: Penerbit Erlangga; 2003. p: 138-40
Gomer, B. Farmakologi Hipertensi. [on line] 2008 [cited 2008 Sept 17]. Available from : http://lyrawati.files.wordpress.com/2008/07/hypertensionhosppharm3.pdf
Kuswardhani T. Penatalaksanaan Hipertensi pada Lanjut Usia. [on line] 2008. [cited 2008 sept 17]. Available from: http://ejournal.unud.oc.id
NFA. Pedoman Baru Penanganan Hipertensi Resisten. [on line] 2008. [cited 2008 sept 17]. Available from: http://www.kalbe.co.id
Sudoyo, AW. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I edisi keempat. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2006. p: 599-603
Suyono, S. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II edisi ketiga. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2001. p: 463-72
YYA. Penghambat ACE Menurunkan LVH pada Pasien Hipertensi dengan DM 2. [on line] 2008. [cited 2008 sept 17]. Available from: http://www.kalbe.co.id

Entry filed under: interna. Tags: .

Hello world! TONSILOFARINGITIS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Januari 2009
S S R K J S M
« Des    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: